Pilihan Mesin Yamaha Bersaing Ketat Dengan Ducati Di MotoGP 2023
Mediabalapindonesia.com – Ada banyak perubahan dalam dunia MotoGP, mulai dari pembalap yang berpindah team, sampai dengan pemilihan mesin yang kini tengah dilakukan oleh Yamaha guna mengoptimalkan performa motor waktu dilintasan.
Pada akhirnya Yamaha saat ini pastikan menggunakan mesin M1, alasan utamanya tidak lain dikarenakan pada saat uji coba di sirkuit Sepang Malaysia selama 3 hari oleh Franco Morbidelli (21) dan Fabio Quartararo (20), keduanya berhasil meraih top speed tinggi, dan itu hampir menyamai GP23 Ducati Lenovo dengan selisi 2km/jam.

Hasil yang demikian menunjukan bahwa racikan mesin yamaha kali ini benar – benar mantap, karena kita ketahui bersama bahwasannya Ducati memang belum terkalahkan soal urusan kecepatan, dan harapannya dengan ditopang dapur pacu tersebut yamaha bisa kembali mendapatkan podium teratas setiap balapan.
Selain mesin, ternyata yamaha juga merubah motor miliknya dengan paket aerodinamika terbaru, yang ditengarai mampu membuat kuda besi antara Fabio serta Franco lebih optimal, bukan hanya di trek lurus, akan tetapi berlaku pula sewaktu berada di setiap tikungan.
Hanya saja dalam kesempatan pre-test ini Yamaha belum sempat menguji sasis terbarunya yang diklaim memiliki bagian belakang berbeda karena waktu yang memang tidak memungkinkan.

Pernyataan dipertegas dengan keterangan dari Massimo Meregalli selaku Direktur tim Monster Energy Yamaha yang mengatakan “Kami membandingkan mesin dan paket aerodinamika, tetapi sayangnya kami tidak dapat menguji sasis baru, atau bagian belakang yang berbeda. Karena waktu tidak memungkinkan, “.
| Baca Juga | |
| Toprak Razgatlioglu Berikan Bonus WorldSBK | CLEOSA SERIES Champhionship 2023 Putaran Awal |
| IBAS Matic Race Di Mulai Akhir Pekan | Modifikasi Yamaha W 155 |
Mari kita tunggu saja bagaimana hasil akhirnya, apakah uji coba yang dilakukan ini bakal membuahkan hasil optimal atau tidak ketika balapan berlangsung, dan MotoGP Yamaha mampu mengembalikan piala ajang balap motor paling bergengsi ini ke pangkuannya kembali.



